Keturunan Nabi Ya’qub Yang Dihukum Di Akhir Zaman – Lembaran Cerita
Kembali ke Beranda
Sejarah

Keturunan Nabi Ya’qub Yang Dihukum Di Akhir Zaman

Yahudi Kara’im adalah kelompok tertua dalam Yahudi. Sedangkan Yahudi Rabbani itu pecah lagi menjadi dua kelompok besar berdasarkan tempat tinggal mereka selama ribuan tahun sebelum mereka balik ke Palestina, sebelum gelombang migrasi modern di abad ke 19 dan 20 M, : yaitu ada Ashkenazi dan Sefardi.

• Ashkenazi berasal dari wilayah Eropa, baik Barat maupun Timur. Pas tahun 1881 sampe 1939, kan terjadi gelombang migrasi Yahudi Ashkenazi dari Eropa yang lari dari Nazi Jerman, dateng ke palestina.

• Sedangkan Sefardi adalah Yahudi yang berasal dari wilayah Timur, termasuk kawasan Arab, Spanyol, dan Balkan yang pindah massal setelah berdirinya negara Israel.

LATAR BELAKANG YAHUDI

• Keturunan Sam atau ras semitik, melahirkan bangsa-bangsa di sekitar jazirah arab dan wilayah timur tengah, dari garis keturunan Sam inilah yang sampai kepada Nabi Ibrahim dan disebut sebagai keturunan semitik. Any le, Nabi muhammad juga keturunan dari Sam.

• Terus dari keturunan Ham atau ras hamitik Melahirkan bangsa-bangsa di sekitar Irak, palestina, dan afrika utara. Dan dari keturunan Ham juga, ada anak bernama Kana’an, Kana’an bin Ham, diambil dari nama saudaranya yang ga selamat waktu banjir. Kana’an inilah yang kemudian menetap di wilayah yang kelak dikenal sebagai tanah Kana’an atau palestina.

• Terus yang terakhir le, yaitu keturunan Yafit atau ras yafetik yang Melahirkan bangsa-bangsa di eropa dari eropa timur, spanyol, italia, mongol, dan rusia , mereka ini dulu adalah para raja-raja, para penguasa. Orang indonesia juga turunan dari ras yafit, le!.

Singkat cerita, Sarah, istri nabi Ibrahim pun melahirkan Ishak. Dari Ishak dan istrinya Rafqah lahirlah Nabi Ya’qub, yang kelak diberi gelar Israil yg berarti hamba Allah yang taat. Jadi, nama lain Nabi Ya’qub itu Israil.

Berabad-abad pun berlalu, setelah berganti generasi, dan kekuasaan di Mesir beralih ke Firaun, Bani Israil mulai mengalami penindasan. Dalam masa ini lahirlah Nabi Musa dari keturunan anak ke-3 Nabi Ya’qub, yang sejak kecil dibesarkan di istana Firaun. Setelah menjadi nabi, Musa memimpin Bani Israil keluar dari Mesir sekitar abad ke-13 SM dalam peristiwa eksodus, sedangkan Firaun dan pasukannya ditenggelamkan di Laut Merah.

Namun setelah selamat, sebagian besar dari mereka, bani israil ini le, justru menyimpang dengan menyembah patung sapi, tapi kemudian bertaubat. Kata Huda (orang-orang yang kembali/tobat) inilah yang menjadi asal kata Yahudi. Jadi, awalnya uda bener ni, uda tobat. Setelah taubat, Allah lalu memerintahkan mereka untuk kembali ke tanah kana’an dan hidup damai dengan penduduk asli di sana.

Aku ingetin lagi le, penduduk asli palestina itu keturunan Ham, soalnya mereka uda duluan di wilayah itu setelah banjir besar. Ratusan tahun kemudian, orang-orang yahudi, yang habis selamat dari pengejaran firaun, baru disuru ama Allah, “kalian tinggal aja di tanah kana’an, hidup damai ama orang-orang disana”. Ibaratnya.. kayak dulu lhoo, waktu penduduk asli keturunan kana’an hidup damai bareng nabi ibrahim. Tapi le, mereka menolak! TIDAK MAU! Soalnya menurut orang2 yahudi ini, ampe diceritain dalam alquran, [QS. Al-Ma’idah [5]: 21, QS. Al-Ma’idah [5]: 22, QS. Al-Ma’idah [5]: 23, QS. Al-Ma’idah [5]: 24 ]

Yang intinya mereka tu gamau tinggal di tanah kana’an karna ngerasa penduduk asli wilayah itu sangat kuat. Sebagai informasi ya le, penduduk tanah kana’an (asli palestin) itu memiliki postur tubuh besar, kekuatan fisik luar biasa, dan pertahanan yang kokoh. orang2 yahudi ini takut, ga pede gitu tinggal bareng mereka. Jadi orang2 yahudi ini ngasi pilihan, usir mereka kalo ga, ya kami gamau tinggal disitu.

Gila si, uda diselametin dari firaun, abis tu syirik nyembah sapi, uda tobat, eh cuman disuru hidup damai ama org palestin kagak mau, malah ngelunjak, “usir mereka atau kalo ga kami gamau tinggal situ”. Terus tiba-tiba ada 2 orang namanya Yusya dan Kaleb. Nah mereka nyeletuk, “yauda kalo gitu kita serang aja dari gerbangnya” mindset gentle ga pengecut, tapi mayoritas orang2 yahudi ini ttp ga stuju dan malah ngomong, “yauda kalian bedua aja yg pergi perang, kami mw duduk-duduk disini aja”. Karena penolakan itu, mereka akhirnya dihukum ama Allah berkelana di padang pasir selama 40 tahun.

Sebenernya, disini bisa diliat ya le, waktu mereka tinggal di mesir kan bertahun-tahun hidup di masa perbudakan, uda biasa ditindas, gapunya keberanian lagi utk berjuang gitu, akhirnya mentalitasnya, karaktek psikologis nya jadi penakut. Ya emang sih, pengalaman bisa membentuk pola pikir, tapi kan ada nabi musa, mereka jg uda liat byk mukjizat, tongkat jd uler, laut kebelah, scr g langsung, kek mereka uda diajak supaya harus punya keberanian dan iman. Jangan mundur, jangan menyerah, cuman ya gitu deh, mereka ahirnya ttp menyerah, makanya dihukum berkelana ga ada arah selama 40 tahun. Dari sini kita belajar y le, klo ada tantangan di dpn tu, ya modal awalnya berani dan punya iman aja dulu, insya allah aman lah..

(SKIP)

Nah LANJUT setelah masa itu berakhir, nabi musa wafat, dibawah kepemimpinan Yusya, mereka pun menaklukan dan menetap di tanah kana’an. Tinggal disana, berkembang biak, berabad-abad kemudian, sampe akhirnya masuk ke masa nabi isa, tapi orang2 yahudi disana, sebagiannya menolak ajakan Nabi Isa dan justru membunuhnya.

Nah aku jelasin ini, supaya kalian ada gambaran dulu ttg sejarah yahudi,,, tentang yahudi keturunan sam (bani israil), penduduk asli tanah kana’an (asli palestin/keturunan ham), dan nanti hubungannya ama askhenazi dan sefardi.

Ashkenazi

Singkat cerita, orang-orang yang tinggal di sana mulai disebut Yahudi Ashkenazi. Jadi, mereka asalnya dari keturunan yafit yang emang aslinya dari eropa. Mungkin gen nya uda kecampur gitu y dari yahudi keturunan samitik yang bermigrasi tapi genetik dominannya y keturunan yafit. Seiring waktu, istilah Yahudi Ashkenazi gak hanya terbatas di Jerman doang le, tetapi meluas hingga mencakup Yahudi yang tersebar di Eropa Timur, Tengah, dan Barat.

Saat ini, Populasi terbesar Yahudi Ashkenazi berada di Amerika Serikat, terutama di kota-kota kayak New York, Florida, dan California. Selain itu, banyak juga yang tinggal di Israel. Meskipun Israel dihuni oleh berbagai kelompok Yahudi, kaum Ashkenazi memiliki peran penting dalam sejarah berdirinya negara modern itu. Keknya gegara terlalu sering terusir dah, bangsa terusir, jd mereka berambisi punya negara sendiri, masalah nya tu tanah orang gasie..

Sefardi

Mereka pun menetap disana selama berabad-abad. Pada masa itu, Yahudi Sefardi berkembang pesat dalam bidang filsafat, sains, dan kedokteran. Mereka menjadi jembatan budaya antara dunia Islam dan dunia Barat. Jadi, Mereka mencapai masa keemasan di bawah pemerintahan Islam di Spanyol.

Tapi roda kehidupan berputar, LE. Pas peristiwa Reconquista tahun 1492, penaklukan kembali Spanyol oleh kerajaan Kristen, Raja Ferdinand II dan Ratu Isabella ngeluarin Dekrit Alhambra. Isinya tu himbauan untuk Seluruh orang Yahudi harus masuk Kristen atau angkat kaki dari Spanyol. Akhirnya mereka terusir dan menyebar ke wilayah Laut Mediterania, Balkan, Afrika, sampai Asia Kecil. Karena tinggal lama di negara-negara Arab dan Islam, budaya mereka pun identik dari pengaruh Arabnya.

Kalo kalian tau Syeikh Imran Hosein le, nah syaikh itu berpendapat klo Yahudi Sefardi awalnya hidup damai berdampingan dengan umat Islam di bawah naungan Khilafah di Andalusia atau Kekaisaran Utsmaniyah selama berabad-abad. Menurut Syeikh Imran Hosein, Yahudi Sefardi ini sebenernya “dipaksa” atau “dimanipulasi” ama gerakan Zionis Eropa, yahudi askhenazi, untuk pindah ke Israel setelah tahun 1948 hanya untuk dijadikan warga kelas dua atau “pelindung demografis” bagi elit Ashkenazi disana. Jadi kayak mereka ini dimanfaatin gitu, untuk memperbesar jumlah penduduk Yahudi di Israel, kek dibutuhin secara kuantitas, tapi disana mereka umumnya yahudi sefardi itu berada di kelas ekonomi bawah dan ga selalu punya posisi penting di politik, ekonomi, dan militer, kek mereka dipandang “terbelakang” gitu. Mereka juga sering mengalami diskriminasi dalam perumahan, pendidikan, dan pekerjaan. Bahkan pernikahan antara Sefardi dan Ashkenazi bisa berakibat pada pengucilan sosial.