Saat Alam Mereset Sistem Lama – Lembaran Cerita
Kembali ke Beranda
Isu Global

Saat Alam Mereset Sistem Lama

BAG I KAUM ‘AD DAN IRAM YANG HILANG (PERINGATAN DARI GURUN)

Lebih dari 4.000 tahun sebelum tahun masehi, setelah bencana banjir Nabi Nuh sebuah bangsa baru muncul di Semenanjung Arab, mereka adalah Orang-orang Ad yang dalam Al-quran disebut sebagai salah satu peradaban paling kuat dan menakjubkan secara fisik yang pernah diketahui. Menurut Al-Qur’an, suku ini tak tertandingi dalam kekuatan, kekayaan, dan keindahan. Mereka memiliki tubuh yang tinggi, cakep-cakep, tinggal di tanah yang luas, dan hidup dengan gaya hidup super mewah. Allah sampe kasi gambaran dalam alquran tentang kaum ini.

“jangan mengeluarkan hujan”.

Malaikat yg jaga mata air diperintahin

“keringkan sungai, air terjun, dan sumur”.

Akibatnya, Orang-orang ‘Ād pun jatuh dan hidup dalam kelaparan parah yang berlangsung selama tiga tahun berturut-turut.

Di masa modern ini, wilayah yang pernah menjadi peradaban di masa purba itu, berubah menjadi Kawasan Kosong atau Rub Al-khali, gurun berpasir terbesar di dunia. Aku nemu ada jurnal berjudul “Human occupation of the Arabian Empty Quarter during MIS 5: evidence from Mundafan Al-Buhayrah, Saudi Arabia” ni sumbernya valid ya le, sangat-sanget kredibel. Para pakar yang meneliti di wilayah Mundafan Al-Buhayrah, wilayah tepi barat daya dari gurun Rub al-khali. Mereka menemukan kalo gurun yg gersang ini dulunya adalah wilayah subur yang mengalami perubahan iklim drastis. Bukti arkeologi kayak fosil fitolit, moluska, dan ostracoda atau alat-alat batu, yang ditemuin para peneliti, diperkirakan berusia sekitar 100.000-80.000 tahun yang lalu.

Berarti, dari ratusan ribu tahun yang lalu sampe ke masa nabi Hud. Daerah gurun pasir ini adalah lingkungan sabana yang banyak danau dan rawa. Kayak kalimantan gitu lho le, tapi karena kaum ad ini sombong gamau balik ke ajaran monoteistik, akhirnya kena azab, bahkan tanah yang subur hijau kayak kalimantan gitu skrg berubah jadi gurun pasir terbesar di dunia, tanpa tanda-tanda kehidupan lagi. Bener-bener dilenyapin.

BAG II MISTERI BANJIR BESAR DAN PERGESERAN POROS BUMI

Sejak ribuan tahun, dari dulu, hampir semua budaya di dunia, dan hampir semua peradaban yang pernah ada, dari islam, yunani, sumeria, hindu, babilonia, tiongkok, hampir semuanya punya kisah yang hampir sama yaitu terkait “Great Flood” atau banjir besar di masa lalu. Dalam islam ada kisah Bani Rasib yang menolak nabi nuh, dalam agama hindu ada kisah Manu, dari sumeria ada kisah ziusudra yang membangun kapal/perahu besar, kalau dari akkadia dan babilon, ada juga kisah tentang Atrahasis dan Utnapishtim, semuanya sama membahas banjir besar.

Dulu, Sekitar 14.600 tahun lalu, lapisan es di Amerika Utara mencair cepat dan membuat air laut naik 20 meter, yang bikin sundaland mulai tenggelam. Triliunan ton air tawar dari pencairan es ini tumpah ke Samudra Atlantik, dan bikin arus hangat dari khatulistiwa terganggu sehingga memicu pendinginan ekstrem (Younger Dryas) di bumi utara. Selama masa beku ini, kenaikan laut sempat melambat. Namun, setelah periode dingin berakhir pada sekitar 11.700 tahun lalu, suhu melonjak kembali. Gelombang pencairan es selanjutnya pun datang dan akhirnya menenggelamkan sisa daratan Sundaland hingga menjadi kepulauan Indonesia kayak sekarang.

Nah sebenernya, ada 2 pendapat tentang “great flood”, ada yang bilang banjir menenggelamkan seluruh permukaan bumi dan yang selamat cuman hewan-hewan ama manusia di atas kapal, tapi ada juga yang berpendapat, banjir hanya terjadi di wilayah kaum Nabi Nuh, sekitar turki, iran, dan rusia doang. Wilayah lain enggak gitu.. nah kalo dari ajaran agama dan budaya, hampir semua peradaban punya cerita banjir besar. Dan kalo dari sains, ada bukti fisik bahwa pernah terjadi anomali iklim pasca-Zaman Es yang menenggelamkan daratan luas.

Logikanya, kalau ada kenaikan air yang besar, pasti kejadiannya di wilayah tertentu dulu baru deh pelan-pelan menyebar ke tempat lain. Makanya, kalau kata argumen geologi, ini tuh lebih mengarah ke proses yang bertahap. Jadi bukan kayak satu bencana global yang langsung kejadian seketika di seluruh bumi. Menurut kalian le, kejadian yang nenggelamin sundaland dan banjir besar nabi nuh, kira-kira merujuk ke peristiwa yg sama ga? Kalo dari aku si, entahlah ya… tapi apapun jawabannya, inti pesannya si, kesombongan & keserakahan manusia berakhir dengan “reset” alam.

Makanya kalo di islam disebutnya sunnatullah, hukum alam atau ketetapan Allah, bahkan sekelas prof jiang yang sering buat prediksi eskatologi akhir zaman, dia masih ngomong tentang kemungkinan hukum alam yang diluar rencana manusia. aku jadi inget ini deh, kutipan yang katanya albert enstein pernah ngomong kalo perang dunia ke-iv bakal pake tongkat dan batu, dia ngomong gitu kan karna khawatir soal perang nuklir yang bakal ngancurin peradaban modern. Mungkin gasi bakal ada transisi “reset alam”. Allahu’alam, tapi kalau menurut hadist, nanti, di akhir zaman ini, setelah nabi isa membunuh dajjal, terus nanti pas nabi isa uda wafat, bakal ada angin lembut dari arah yaman yg bakal mencabut nyawa semua orang beriman, jadi nanti pas semua muslim uda diwafatin, yang tersisa di bumi cuma orang-orang yang ga beriman, yang hidup dalam kebebasan moral ekstrim, dan berada di puncak kecanggihan serta kemewahan duniawi, dan di saat itulah kiamat terjadi, sangkakala ditiupkan, sumpah ih ko aku merinding ya nyetainnnya.

BAG III BATAS KRITIS DAN HITUNGAN MUNDUR 2030

Le kalian pernah gasie denger soal visi-visi negara di tahun 2030, atau krisis 2030? Ini lumayan berat, tapi semoga kalian tetap paham ya. Jadi visi negara-negara untuk tahun 2030, kayak BRICS itu, yg ada 11 negara sebenernya adalah “Gerakan Penyelamatan Diri Massal” karna sadar sistem yang lama ini lagi di ambang krisis besar. PBB bahkan uda ngomong 2030 adalah ambang batas kritisnya.

Dulu tahun 2015, hampir semua negara di dunia (195 negara) kumpul di Paris. Di COP21 Sepakat bikin target ambisius untuk menahan kenaikan suhu bumi supaya tetap jauh di bawah 2°C, dan kalau bisa hanya sampai 1,5°C. tapi 2021 kemaren, Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, mengatakan bahwa dunia kemungkinan besar akan melewati batas 1,5°C.

Berati le, misal ni batas amannya kan 1,5°C, prediksinya awal tahun 2030 1,5°C ini akan naik terus, misal naik 0,1°C dari 1,5°C dan seterusnya, kalo begitu terus le, dampaknya Es di Arktik, kutub utara, kan itu di atas air ya, kalo mencair, dampaknya ke pemanasan global. Yang lebih bahaya itu Lapisan es di Antarktika, di kutub selatan itu Es-nya di atas darat. Kalau mencair, ngalir ke laut, permukaan laut jadi naik.

Belakangan tahun ke belakang, PBB sudah bikin target-target bagus: SDGs 2030, NDCs, early warning systems. Tapi masalahnya, dari 169 target SDGs, cuma 18% doang yang jalan sesuai rencana. Sisanya lambat, stagnan, bahkan mundur. Kejadian gegara masalah perang iran baru-baru ini, kan bikin gas ama minyak melonjak. Alhasil, banyak nagara yg balik lagi ke batu bara. Batu bara kan bahan bakar fosil paling kotor. Emisinya jauh lebih tinggi dari gas alam ama minyak. Ini bikin pemanasan global lebih cepet. Makanya, Perjanjian Paris, NDCs, SDGs 2030 kemaren mengharuskan negara-negara untuk menghentikan batu bara secara bertahap. Tapi yang terjadi sekarang: Karena perang Iran dan krisis energi, banyak negara BALIK LAGI pakai batu bara. Ini yang membuat target-target iklim makin tidak tercapai.

Contoh, italia katanya stop batu bara 2025, tapi sekarang gegara perang iran, dimundurin 13 tahun, jadi 2038, jepang katanya pabrik2 yang ga efisien, yg uda tua dan boros, kapasitasnya dibatasi aja. Tapi karna perang iran kemaren, jepang balik lagi pake batu bara demi hemat 500.000 ton gas alam (LNG) yg skrg lagi mahal bgt. Masalahnya kalo begitu, polusinya naik lagi. Indonesia, punya target pensiunkan PLTU batu bara 6.7 GW pada 2030. Tapi pendanaan iklimnya macet, tadinya kan ada kesepakatan JETP (Just Energy Transition Partnership). Rencananya, Indonesia bakal dapet suntikan dana gede dari negara-negara maju, buat menutup pabrik-pabrik batu bara, paling lambat tahun 2030, tapi maret 2025 kemaren, amerika yg tadinya uda janji kasih modal US$2 miliar, sekarang malah mundur. Kalo kata prof. jiang, kemaren prediksinya, bisa aja strategi amerika saat ini, sengaja bikin minyak naik dan dunia kacau, untuk rencana jangka panjang, dia kan juga ada rencana mau ngambil greenland, nanti di masa depan kalauu terjadi krisis, mereka bakal ngisolasi wilayah sendri denngan SDA yang melimpah, ngebiarin dunia kacau, mereka aman.

BAG IV TANDA-TANDA YANG MULAI MUNCUL KEMBALI

Dulu Rub Al-Khali subur, yg uda aku ceritain di awl tadi, haa sekarang jadi gurun pasir terluas di dunia. Di akhir zaman nanti siklus ini balik lagi ke kondisi awal kayak hadist nabi, yang mengatakan, “Hari kiamat tidak berlaku sehingga tanah Arab menjadi subur makmur kembali dengan padang-padang rumput dan sungai-sungai.” (HR Muslim). Dan ini emang bener, Para ilmuwan nemuin kalau tiap 21.000 tahun sekali, terjadi fenomena African Humid Period, singkatnya fenomena itu yang bikin akhirnya hujan turun deras di wilayah Gurun Sahara dan Arab, sehingga berubah jadi padang rumput hijau yang penuh air!

Terus ada lagi tu, dulu pas 7.000 tahun yang lalu. Suhu musim panas tu bisa tembus 3-5°C yang nyebapin greenland mencair, bener-bener bebas es. dan kata peneliti, suhu itu jg bakal terjadi di zaman sekarang, diprediksinnya sekitar tahun 2.100, buset umur berapa tu, rata-rata usia umat nabi muhammad aja 60-70 tahun.